Kantor MDA Provinsi Bali Diresmikan

Bertepatan dengan Rahina Purnama Sasih Ketiga, Kantor Majelis Desa Adat (MDA) Provinsi Bali, Rabu (2/9) diresmikan dengan prosesi Melaspas. Acara yang berlangsung di Jl. Tjok Agung Tresna, Renon, Denpasar tersebut diawali dengan prosesi Pecaruan Rsi Gana dan Mendem Pedagingan diiringi gamelan baleganjur.

Dalam kesempatan tersebut, acara dihadiri Gubernur Bali Wayan Koster, Sekda Provinsi Bali Dewa Made Indra, Bendesa Agung Majelis Desa Adat Provinsi Bali Ida Penglingsir Agung Putra Sukahet, Kepala OPD terkait di lingkungan Pemprov Bali, perwakilan BUMN penyalur CSR serta undangan lainnya. Gubernur Bali Wayan Koster dalam sambutannya mengatakan berkomitmen penuh dalam menjaga alam, adat dan budaya Bali. Hal ini dibuktikan dengan berbagai terobosan keberpihakan pada adat dan budaya yang salah satunya diwujudkan dengan pembangunan Kantor Majelis Desa Adat (MDA) Provinsi Bali.

”Ini pertama kalinya kantor khusus yang akan menangani masalah adat dan budaya. Dan untuk pertama kalinya dibiayai penuh dari dana CSR (Corporate Social Responsibility),” ujarnya. Gubernur Koster yang juga Ketua DPD PDI Perjuangan Bali menyampaikan, bahwasanya komitmen kuat menjaga adat dan budaya di awali dengan diterbitkannya Peraturan Gubernur (Pergub) Nomor 4 Tahun 2019 tentang Desa Adat yang kemudian dilanjutkan dengan pengalokasian anggaran bagi desa adat sebesar Rp 300 juta per desa adat. Tidak berhenti sampai di situ, penguatan akan adat dan budaya dilanjutkan dengan pembangunan kantor MDA tingkat provinsi yang kemudian akan disusul dengan pembangunan kantor MDA tingkat Kabupaten/Kota se-Bali. (dar)